Usulan Itoc Jadi Bapak Perintis Pembangunan Menuai Kritik

Usulan pengangkatan Wali Kota Cimahi, Itoc Tochija sebagai Bapak Perintis Pembangunan menuai kritik dari sejumlah anggota dewan. Menanggapi kritikan itu, Staf ahli hukum, politik, dan pemerintahan Pemkot Cimahi, Kardin Panjaitan menilai, kerangka berpikir anggota dewan kurang pas. Pernyataannya tidak didasari aturan sehingga kesannya hanya asal bunyi. Mereka kurang paham terhadap aturan perundang-undangan.

Bahkan, kata Kardin, pernyataan anggota dewan itu sudah melanggar Tata Tertib Anggota DPRD Pasal 54 ayat 2 Nomor 1. Disitu disebutkan, setiap anggota DPRD berkewajiban mendengar, membahas, dan menampung aspirasi masyarakat.

Terlebih lagi, dalam pasal 105 disebutkan, bahwa setiap anggota DPRD wajib melakukan dengar pendapat terhadap setiap aspirasi masyarakat. Sehingga idak semestinya seorang anggota dewan serta merta menolak aspirasi yang muncul. Dengan begitu, menurut saya pernyataan itu jelas-jelas melanggar aturan dan Badan Kehormatan (BK) bias memberikan sanksi.

Ketua BK DPRD Cimahi, Cecep Rustandi mengatakan, pihaknya hanya sebatas ranah kode etik. BK baru bisa memberikan sanksi jika ada anggota dewan yang melanggar kode etik. Terkait penolakan usulan gelar tersebut bukan pelanggaran kode etik, tapi menyangkut aspirasi. (bung wir)**

One thought on “Usulan Itoc Jadi Bapak Perintis Pembangunan Menuai Kritik

Leave a Reply