Teungteuingeun VCD Senam Sehat Sabilulungan Dijual Paksa ke SD di Kab. Bandung

SOREANG-Dua oknum PNS Disdik dan Dispopar Kab. Bandung, disinyalir telah menjual video CD atau disingkat VCD Senam Sehat Sabilulungan (S3), secara paksa ke sejumlah SD di Kab. Bandung. Diantaranya dijual ke SD Pacet dan Ciparay.
senam
Kedua oknum tersebut adalah Dudu Durohimat dan Ating Rochyadi. Dalam penjualannya, mereka melibatkan Unit Pelaksana Teknis Dasar (UPTD) SD Kecamatan. Setiap SD “dipaksa” membeli VCD senam sehat sabilulungan dengan harga Rp 125 ribu/satu set (keping vcd dan kaset).

Padahal Bupati Bandung Dadang Naser melalui Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), telah mensosialisasikan senam sehat sabilulungan dengan menganggarkan dana Rp 15 juta dengan memperbanyak vcd tersebut untuk dibagikan secara gratis, bukan untuk dijual.

Kepada Soreangonline.com, Dudu Durohimat membenarkan penjualan vcd tersebut. PNS Disdik Kab. Bandung itu menjelaskan, ia menjual 54 set vcd sabilulungan di SD Kecamatan Pacet dengan besaran uang Rp. 4,5 juta.

Satu setnya dijual Rp 125 ribu. “Dari hasil penjualan, persatu setnya saya menerima Rp 75 ribu (Rp 4,5 juta) dan pihak UPTD mendapat Rp 50.000 (Rp 2,7 juta),” jelas Dudu. Berdasarkan data, sebanyak 31 UPTD SD tersebar di setiap kecamatan Kab. Bandung. Sementara UPTD SD di Kec. Ciparay telah terjual vcd senam sehat sabilulungan sebanyak 68 set. Kasus penjualan itu dibenarkan oleh pihak SD Paseh dan Ciparay.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kab Bandung, Ahmad Djohara, yang juga Wakil Ketua FORMI Kab. Bandung, membantah jajarannya menjual secara paksa vcd senam sehat sabilulungan tersebut. Bahkan, dirinya tidak pernah mengeluarkan perintah penjualan VCD tersebut baik secara lisan maupun tertulis.

Saat ini FORMI Kab Bandung  terus melakukan sosialisasi senam sehat sabilulungan, dengan  membagikan VCD (S3) secara gratis kepada warga yang membutuhkannya. Bahkan untuk keperluan tersebut FORMI telah menyediakan anggaran sebesar Rp. 15.000.000,- untuk biaya memperbanyak VCD tersebut.

“Silahkan tanyakan langsung kepada Disdikbud. Bila terbukti adanya oknum PNS yang menjual vcd secara paksa laporkan ke polisi, jika perlu tangkap, karena mereka sudah melakukan perbuatan pidana,” tukas Ahmad Djohara. (qorry/bung wir)**

Tinggalkan Balasan