Retribusi Parkir di Kab. Bandung Tak Penuhi Target

Pendapatan retribusi parkir yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Kab. Bandung belum mencapai target, yakni Rp 450 juta pertahunnya.

Tiap tahun pendapatan dari retribusi parkir tidak pernah mencapai target. Misalnya tahun 2009, dari target Rp 450 juta, pendapatan yang tercapai hanya sekitar 58%.
Begitu pula tahun 2010, dari target Rp 457 juta, tidak akan tercapai, dan tidak akan jauh dari persentase tahun sebelumnya.
Tidak tercapainya target tersebut, menurut pengakuannya, karena Dishub tidak mempunyai lahan parkir yang representatif di bahu jalan.
Sebab, jika menggunakan di bahu jalan, dikhawatirkan akan menambah masalah baru karena bakal menimbulkan kemacetan. Bahu jalan yang parkirnya dikelola Dishub berjumlah 129 titik, yang tersebar di 30 wilayah.
Terkait soal ada kemungkinan terjadinya kebocoran pendapatan di lapangan oleh oknum tukang parkir, Kadishub mengakui kebocoran itu bisa saja terjadi.
Karena itu, pihak Kadishub terus melakukan langkah untuk mengantisipasinya, melalui pengawasan dan mengecek langsung ke lapangan.
Alasan lain, lahan parkir yang ada di objek wisata di Kab. Bandung tidak dikelola Dishub, tapi dikelola oleh Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Kab. Bandung. Hasilnya pendapatan parker di  objek wisata, langsung disetorkan ke DPPK, jadi bukan oleh Dishub.
Untuk pengelolaan parkir di Kab. Bandung, sebenarnya sudah ada pihak swasta yang siap mengelola. Bahkan mereka sanggup membayar di muka. Tapi pihak Dishub masih melakukan pengkajian. (bung wir)**

Tinggalkan Balasan