Parkir Liar Penyebab Kemacetan di Kota Bandung

Keberadaan terminal liar atau terminal bayangan serta parkir seenaknya dituding sebagai penyebab kemacetan lalu lintas di Kabupaten dan Kota Bandung.

Keberadaan terminal liar di Kab. Bandung ini, terlihat di Pasar Kopo Sayati, dan di sejumlah pintu masuk perumahan Nata Endah, Taman Kopo Indah, dan Margahayu Permai.

Sementara di Kota Bandung, kemacetan terjadi di Jalan Rajawali, depan Pasar Pepetek, Gardujati, Dulatip, perempatan Jln. Soekarno-Hatta-Terminal Leuwipanjang, Bundaran Cibiru, perempatan Kopo, Jln. Peta, perempatan Tegallega, Moh. Toha, Otista dan di Jln. Ijan.

Tidak itu saja, keberadaan mobil taksi, becak dan delman juga dituding sebagai penyebab kemacetan karena ikut ngetem di kawasan ini.

Kemacetan lalu lintas ini, diduga karena minimnya infrastruktur terminal, dan adanya kerjasama antara sopir angkot dengan petugas, serta buruknya sikap petugas parkir.

Pada jam-jam tertentu, seperti jam kerja atau berangkat sekolah. Di Rajawali arus lalu lintas jadi padat karena banyak angkot yang ngetem.

Hal itu diperparah dengan tumpukan sampah di depan pasar Pepetek yang belum terangkut dan keberadaan pedagang di Jalan Sudirman, tepatnya depan Pasar Andir karena masih berjualan. Padahal menurut ketentuan di kawasan itu kalau sudah siang harus bersih dari pedagang.

Berbagai kalangan meminta kepada Kasat Lantas Polrestabes Bandung, AKBP Sambodo Purnomo dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Prijo Soebiandono untuk menertibkan sejumlah terminal dan tempat parkir.

Misalnya, di Jalan Dulatip. Parkir kendaraan di kawasan ini sampai tiga baris. Hal ini diperparah oleh pengusaha yang seenaknya parkir kendaraan didepan tokonya. (bung wir)**

Tinggalkan Balasan