Ketua APDESI Kabupaten Bandung Tak Mau Berkomentar Soal PJU

Ciparay – Terkait masalah penerangan jalan umu (JPU) di sejumlah desa di wilayah Kabupaten Bandung, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kab. Bandung, Dedi Bram, tidak mau berkomentar.
Ditanya mengenai pemeriksaan beberapa Kepala Desa (kades) terkait PJU oleh kepolisian, Dedi Bram, yang juga kepala Desa Cikoneng Kecamatan Ciparay tetap tidak mau berkomentar.

“Mengenai PJU itu kan kepentingan masyarakat banyak, buat apa dipermasalahkan, saat ini APDESI sedang mencari jalan keluar perihal permasalahan tersebut, mudah-mudahan masalah ini cepat selesai,” tandasnya, Senin (28/5). Ia menyarankan, agar soreangonline.com mengganti pertanyaan PJU dengan pertanyaan yang lain.

 

Sebelumnya, Ketua Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) Kab. Bandung Lili Muslihat, mendesak Polres Soreang segera mengusut kasus penerangan jalan umum (PJU) bermasalah di Kabupaten Bandung, yang diduga melibatkan Ketua DPRD Kab. Bandung, Toto Suharto.” Polisi harus segera mengusutnya agar masyarakat Kab. Bandung tahu siapa sebenarnya yang bersalah,” ujar Lili.
Ia menambahkan, dengan diperiksanya pimpinan dewan tersebut diharapkan pintu masuk untuk mengungkap tuntas kasus tersebut sehingga terang benderang. Siapa tahu ada pejabat pemkab lainnya yang terlibat didalamnya.
Dugaan keterlibatan Toto, tambah Lili, dikuatkan oleh temuan bukti aliran dana kepadanya dari salah seorang oknum konsultan/kontraktor, Her Her yang membuat kisruh antara para kepala desa dan empat kontraktor penyedia JPU.

Bupati Bandung Dadang M. Nasser tidak akan memberikan petunjuk dan kebijakan lain kepada para kepala desa se-Kab. Bandung terkait permasalahan penerangan jalan umum (JPU). Pihaknya juga mengaku tidak akan memberikan anggaran khusus untuk mengganti PJU yang sudah terpasang. (Yusup/bung wir)**

Tinggalkan Balasan