Kadisdikbud Juhana “Ikut” dalam Gerbong Mutasi, Agus Firman Disebut sebut Penggantinya

SOREANG-Posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (disdikbud) Kab. Bandung, Juhana ikut dalam gerbong pergantian jabatan dilingkungan Pemkab Bandung.

Sementara, Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Bambang Budiraharjo, Sekwan DPRD Kab. Bandung Abdullah Amin, Kepala Dinas Perhubungan Teddy Kusdiana, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Usman Sayogi tidak ikut dalam gerbong mutasi tersebut.

Hal itu dibenarkan sumber Soreangonline.com yang enggan disebut namanya, Selasa (30/7/2013). Soal pelaksanaan mutasi, tidak akan dilaksanakan pada hari Jumat (2/8/2013) mendatang karena sesuatu hal.”Kemungkinan pergantian jabatan dilakukan usai lebaran,” katanya singkat.

Kadisdikbud Kab. Bandung, Juhana saat diwawancarai reporter Radio Elshinta, ustaz. (bung wir)**

Kadisdikbud Kab. Bandung, Juhana saat diwawancarai reporter Radio Elshinta. (bung wir)**

Juhana termasuk paling lama menempati kursi kadisdikbud sehingga mengundang kecemburuan dikalangan pejabat abdi negara tersebut. Sebab, sejak Bupati Obar Sobarna sampai Bupati Dadang, jabatan Juhana tak pernah digeser.

Dia dilantik bersamaan dengan pelantikan H. Syarief Hidayat sebagai Asisten Administrasi, Hj.Cucu Juleha Jahrudin (Asisten Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat), Dadan Rohandi dan Hj. Yanti Marlina (staf ahli bupati).

H. Juhana Atmawisastra (Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah/BPBD), Hj. Siti Nuraini Alimah (Kepala Dinas Pendapatan Dan Pengelolaan Keuangan/DPPK), Marlan (Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata), dan Drs. H. Ruli Hadiana (Kepala Satuan Polisi Pamong Praja).

Para pejabat tersebut sudah ada yang pensiun dan ada pula yang telah bergeser ke tempat lain. Seperti, Drs. H. Rully Hadiana yang menempati sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) dan Kepala BPMPD Kab. Bandung, Marlan.

Selama menjadi kadisdikbud, prestasi Juhana tidak begitu bagus. Bahkan, banyak persoalan yang harus dihadapi, diantaranya, BPK menemukan uang tunai sebesar Rp 751,85 juta yang disimpan pada lemari rumah pribadi Bendahara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung.

Kemudian, maraknya peredaran jual beli seragam disejumlah sekolah dasar yang terjadi di SDN Baleendah, SDN Rancapanjang dan SDN Rancamanyar dengan harga Rp 250.000 sampai Rp 300.000.-

Selanjutnya, kasus pengaduan terkait dengan persoalan penahanan ijazah oleh kepala sekolah di Baleendah dan beredarnya buku menulis dan membaca Al quran karya Drs Hapid untuk siswa kelas 1-6 SD, di sejumlah UPTD TK/SD di Kabupaten Bandung.

Beredar kabar, bahwa posisi kadisdik akan ditempati Sekdis Agus Firman, yang juga Ketua PGRI Kab. Bandung. Dia dianggap paling getol membuka komunikasi dengan berbagai kalangan untuk bisa menempati posisi tersebut.

Soreangonline.com, mencoba menghubungi Agus Firman, namun telepon selularnya berbunyi nomor yang anda hubungi tidak bisa dihubungi. Begitu pula, kadisdikbud Juhana tidak mengangkat telepon genggamnya. (bung wir)**

Tinggalkan Balasan