Awal Tahun ini Balita Dikenakan Tarif Kereta Api 100%

BANDUNG – Awal tahun ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengenakan tarif kepada semua penumpang termasuk kepada penumpang bayi. Kebijakan ini berlaku sejak pertengahan Desember lalu sesuai dengan telegram direksi No CP/223 tertanggal 22 Desember 2012.

Ilustrasi (net)**

Ilustrasi (net)**

Menurut Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Bambang S Prayitno, pemberlakuan tiket untuk semua penumpang itu dengan alasan agar penumpang mendapatkan asuransi Jasaraharja.

“Selain mendapatkan jaminan asuransi, juga sebagai kepastian jumlah penumpang yang ada di dalam kereta. Selama ini asuransi hanya untuk yang memegang tiket saja, jadi bayi pun harus memiliki tiket juga,” ujarnya dikantor, Senin (7/1/2013).

Sementara, untuk KA jarak jauh, kata Bambang , bagi bayi dengan usia dibawah tiga tahun dapat membeli tiket seharga 10 persen dari tiket reguler dengan catatan bayi itu dipangku. Jika ingin duduk maka tarif tetap berlaku penuh atau menggunakan tarif dewasa.

Bambang menambahkan, jika saat boarding ternyata bayi atau anak-anak belum membeli tiket maka akan disarankan untuk membeli tiket penuh sebelum naik kereta api. Jika ditemukan tidak memiliki tiket saat dalam perjalanan maka akan diberi sanksi diturunkan di stasiun terdekat.

“Memang akan ada masalah jika orang tua dan anak tiketnya berjauhan atau beda gerbong dan kursi. Mungkin nantinya bisa bertukar kursi dengan penumpang lain. Jadi sebaiknya membeli tiket di loket bukan setelah masuk kereta,” pintanya.

Terkait angkutan Natal dan Tahun Baru, Bambang menyebutkan selama masa angkutan tanggal 22 Desember hingga 6 Desember jumlah penumpang terangkut mencapai 671.637.

Jumlah itu turun sebesar 6 persen dibandingkan angkutan Natal dan Tahun Baru pada tahun 2011-2012 lalu yakni sebesar 711.971 orang. Turunnya penumpang karena PT KAI mulai memberlakukan okupansi maksimal 100 persen untuk kereta api jarak jauh dan kelas bisnis serta eksekutif. (den/bung wir)**

Leave a Reply