SOREANGONLINE- Ketua Divisi Forum Diskusi Anggaran (FDA) Kab. Bandung, Deni Abdullah menegaskan, posisi seorang pejabat diukur oleh prestasi dan kapasitasnya.

“Untuk apa bupati menempatkan seorang pejabat karena hanya bisa memobilisasi massa saja, tapi prestasinya minim,” kata Deni, Selasa (17/3/2015).

Ilustrasi (sku-aspirasirakyat.com)

Ilustrasi (sku-aspirasirakyat.com)

Penegasaan itu disampaikannya, karena adanya isu yang berkembang, Bupati Dadang akan mempertahankan sejumlah pejabat yang kabarnya bisa mendulang suara, menjelang Pilkada Kab. Bandung, pada Desember mendatang. Termasuk penempatan para camat.

Beredar isu, pejabat yang masih dalam posisinya, yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Uu Rukmana, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, Hermawan, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, Tisna Umaran, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcasip), Salimin dan Kadisdikbud, Agus Firman.

Sebelumnya disebut-sebut, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kab. Bandung Abdullah Amin, akan bertukar tempat dengan Kadisdikbud.”Ada kabar saya akan ditempatkan menjadi staf ahli. Tapi, ada juga yang mengatakan akan menjadi Sekwan. Saya pasrah saja,” ujar Agus.

Sementara itu, Tri Heru Setiati disebut-sebut akan menempati posisi penting. Sedangkan Sutarno Yono dan Hendi masih tetap menjadi staf ahli.

Rumor yang beredar, Tri Heru Setiati ditempatkan di Badan Perpustakaan, Arsip dan Pengembangan Sistem Informasi (Bapapsi) menggantikan Selamet Mulyana.

Rencana pergantian jabatan di lingkungan Pemkab Bandung, ditunda. Penyebabnya, masih menunggu hasil seleksi calon pejabat yang akan menempati kepala Badan Kesbangpol.

Mereka, yang lolos pada tahapan seleksi selanjutnya adalah, Aria Wiwaha, Iman Irianto, Agus Suhartono dan Uka Suska Puji Utama.

“Hasil seleksi akan diserahkan ke Pemrov Jabar, untuk mendapat persetujuan gubernur, pada bulan April mendatang,” kata Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel), Asisten Daerah III Bidang Administrasi, Diar Irwana. (wir)**