Pemerintah Kabupaten Bandung hasilkan 62.876 ton susu sapi dari Jumlah sapi perah sebanyak 29.702 ekor.

Sehingga sampai akhir tahun 2010, produksi susu sapi di Kabupaten Bandung telah mampu memberikan kontribusi terhadap produksi susu nasional.

Demikian dijelaskan, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung Ir. H. Hermawan. Ia berharap, produksi tersebut terus meningkat, karena produksi susu nasional baru memenuhi 30% dari total kebutuhan konsumsi masyarakat. Sementara, sisanya dari susu impor.

Selain digunakan untuk bahan baku industri pengolahan susu (IPS), susu sapi di Kabupaten Bandung juga diolah menjadi dodol, caramel, yoghurt, kerupuk susu dan tahu susu.

Diakui oleh Hermawan, perkembangan sapi perah di Kabupaten Bandung paling dominan terdapat di 7 kecamatan, masing-masing Kecamatan Pangalengan, Arjasari, Kertasari, Ciwidey, Pasirjambu, Rancabali dan Kecamatan Cilengkrang.

Ke-7 kecamatan ini dinilai sangat cocok untuk pengembangan sapi perah karena memiliki dataran tinggi mencapai 900 s/d 1.500 m diatas permukaan laut.

Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung mencatat, limbah kotoran sapi mencapai 703.439 kg/hari dari populasi ternak sapi sebesar 29.702 ekor.

Untuk memanfaatkan limbah tersebut, Pemkab Bandung telah memasang instalasi biogas sebanyak 796 unit dan instalasi komposter sebanyak 114 unit. Mora 11, Bung Wir, melaporkan dari Soreang Kab. Bandung. (bung wir)**